Terdapat beberapa macam batik dengan cara pembuatannya yang beragam
namun pada kenyataanya terdapat dua cara pembatikkan yang digemari yaitu
Batik Tulis dan Batik Cap wonogiren. Batik tulis sendiri digemari karena adanya
suatu nilai dibalik pembuatannya sedangkan batik cap digemari karena
cara pembuatannya lebih mudah dengan motif yang dapat dikatakan hampir
sama dengan batik tulis. Tetapi karena prosesnya tersebut maka harga
batik model ini di pasaran cenderung lebih murah ketimbang batik tulis.
Terlepas dari itu semua ada baiknya bila dapat memahami sedikit
mengenai batik cap itu sendiri.
Batik
cap adalah karya batik yang gambar/motifnya dihasilkan oleh
cap/penera/klise menggunakan malam.
Batik cap menyangkut cetak-mencetak/cap-capan maka harus diperhitungkan
sambungan sisi-sisnya. Dalam istilah batik disebut sanggit.
Batik cap dibuat dengan menggunakan klise/penera.
Penera ini dibuat dari lempengan-lempengan tembaga yang dibuat
sedemikian rupa sehingga membentuk motif tertentu. Umumnya berukuran
20cmx20cm atau 24cmx24cm atau menurut bentuk motifnya.
Beberapa macam klise/penera dalam membuat batik cap diantaranya:
Beberapa macam klise/penera dalam membuat batik cap diantaranya:
- Penera Sanggit Tumpuk Klise ini adalah klise dengan sisi bagian bawah ada sambungan/hubungannya dengan sisi bagian atas. Demikian juga sisi kiri memiliki sambungan/hubungan dengan sisi bagian kanan.
- Penera Sanggit Natabata Klise dengan sisi bagian kiri ada sambungannya dengan ½ sisi bagian kanan dan sisi bagian kanan ada sambungannya dengan ½ sisi bagian kiri.
- Penera Sanggit Kitiran Klise yang memiliki sisi-sisi yang dapat saling berhubungan atau dapat dikatakan semua sisi bermotif sama.
- Penera Lepas/Bebas Klise yang sisi-sisinya tidak ada sambungan/hubungannya sama sekali.
Sehingga dalam pembatikkan cap juga dituntut ketelitian dalam
pembuatannya. Apabila satu sisi saja kurang pas dengan sisi yang lain
maka karya batik tersebut gagal.
Penera dibuat dua buah satu untuk sisi kain bagian atas dan satu lagi
untuk sisi bagian bawah. Jadi kalau kedua buah penera ini disatukan aka
terbentuk satu keplok.
Namun ada juga penera yang dapat digunakan bolak-balik.
Penera ini dibuat dua agar pada hasinya nanti optimal tidak ada
bagian-bagian yang kabur sehingga diperlukan pengulangan proses
pengecapan dengan penera untuk sisi bagian bawah, proses ini disebut nerusi.
sumber: students.ukdw.ac.id/~23090442/expl2.html
sumber: students.ukdw.ac.id/~23090442/expl2.html